Make your own free website on Tripod.com
Saling Mengasihi ( SM )
Sharing Jodoh

HOME

Old and New
Natal SM
kuiz
Sejarah SM
Sapaan Warga
Meditasi
Sharing Jodoh
Sharing
Cerita Kita
Doa
Arti SM
Album Kita

sm.gif

Sharing JODOH

 

Dear All..

Waduh...kampung sini kok sepi2 aje neh...

ok deh daku mau membuka suatu topik neh...

Begini lhoh..(ehm ...Ehm...) Jodoh itu sebenarnya apa seh? ini ada suatu crita ya..ada pasangan muda(A& B) yang baru married, kemudian salah satu meninggal( Misal B), nah menurut gereja katolik, apabila salah satu meninggal itu boleh menikah lagi, so yang hidup (A)itu menikah lagi dg C,...jadi menurut kalian yang merupakan jodoh dari A itu yang mana yang pertama(B) ataukah yang kedua (C)?

Dan yang kedua....kalo para bruder dan suster kan merekatidak menikah itu, apakah mereka itu tidak memiliki jodoh?padahal di kitab suci dikatakan bahwa tulang rusuk pria diambil dari tulang rusuk wanita (or sebaleknya..hheh..daku lupa Bru!!!!!,,,,intinya begitu...lah..)

Ayo....para Bru..dan teman2 sekalian..sharing dong...menurut kalian itu bagaimana?

 

cu...take care...

.**May God Bless Us**

 

***Sienny***

 

 

Dear Sieny....

Asik ada yg mulai buka topik lagee nehhh... nah gitu donkk...jadinya khan nambah meriah.... lagian biar semuanya pada mikir dan mengerutkan dahi.... heuheueh

karena untuk pertanyaan pertama aku gak gitu bisaa... jadi itu tugasnya teman2x yg laennya saja yach.... aku cuma mau jawab pertanyaan kedua sajaa....

gini lohh..... sebenarnya ada juga orang2x yg di persiapkan Tuhan sejak dari lahir untuk tidak menikah...... ayatnya adalah Mat 19 : 12 " ada orang yg tidak dapat kawin karena ia memang lahir demikian dari rahim ibunya, dan ada orang yang dijadikan demikian oleh orang lain, dan ada orang yg membuat dirinya demikian karena kemauannya sendiri OLEH karena kerajaan Sorga, siapa yg dapat mengerti hendaklah ia mengerti ".

kata OLEH, saya tulis dengan huruf besar.... karena hanya unt menekankan bahwa ada yg tidak menikah Karena unt kerajaan sorga.... begitulah kira2x yg saya dapat ambil kenapa di ajaran Katolik para imam dan suster tidak menikah.... karena mereka karena kemauannya sendiri unt melayani kerajaan sorgaa...

bener gak yach bruder ???

o,yaa rasul paulus juga gak Merit lohh.... itu bisa dibaca dari 1 Kor 7 mengenai perkawinan..... tapi kalo ada yg mau merit dan melayani Tuhan juga boleh koq.. cuma unt para imam dan biarawan / i, gereja meminta unt mereka menyerahkan diri "sepenuhnya" unt pelayanan kepada Tuhan....

kira2x gitu ajaa..... kayanya sienny udah ketemu khan tulang iganya ??? atau masih kayak daku yg masih belom ketemu tulang iga, karena kemaren sempet di rebus sama si nobel....

 

Salam Kasih Kristus

 

Visi Misi

 

Ikut urun rembug ya.....

Tapi jangan ditertawakan....tapi toh kalau ada yang mau tertawa tidak dilarang. Dan itu kalau dilakukan bareng rasanya menjadi gumyak, regeng, dan ngresep ake ati.....

Oya "jodoh' atau "jodo" dalam bahasa jawa bisa saya artikan podo atau sama. Podo karepe, sama niatnya, sama keinginannya dan sama-sama memutuskannya. Karena itu tidak gampang ketemu jodo atau jodoh. Dalam Gereja Katolik mengajarkan Monogami atau berjodoh satu dengan satu. Maksudnya ya karena menemukan dan memutuskan untuk berjodoh tidak gampang. Gampangannya kalau anda mempunyai sesuatu yang sangat berharga dan dengan susah payah mendapatkannya masak iya dengan gampang akan direlakan untuk diberikan kepada orang lain kecuali "orang lain" itu sendiri sangat berarti bagi anda. Wah Maskadar ini ngomong apa sich? Itu tu soal jodoh....jadi kalau belum ketemu jodoh ya.....

Gereja Katolik juga mengajarkan bahwa Perkawinan itu Sakramen. Artinya seorang menjadi tanda kehadiran Allah bagi yang lain. Dan Allah beserta mereka.

Maka bagi saya, jodoh berarti kepada siapa saya mempunyai kesamaan: hasrat, motivasi, keputusan, ....untuk hidup sebagai suami istri. Dan dalam Gereja Katolik bersifat langgeng kecuali salah satu meninggal.

Jadi menurut saya bagi yang ditinggal mati pasangannya dan menikah lagi tidak perlu merasa bersalah kalau itu sudah dipikirkan dengan saksama sebagai mana dulu pernah dibuat. Dan itu juga "Jodoh". Tetapi kalau memang tidak mau menikah karena hanya dia yang sudah meninggal itulah jodoh saya itu pun menurut saya juga bagus asal dibarengi dengan ketulusan hati untuk berkenan menanggung segala konsekuensinya.

Itu saja dulu sharing saya....

 

Salam untuk semua,

 

Maskadar

 

Saya setuju sekali dengan pemikiran Visi mengenai jodoh yang sangat religius dengan referensi Kitab suci. Saya yang memilih hidup tidak menikah juga ingin membagikan pendapat saya. Pandangan saya cukup sederhana saja dan ini cuma hasil permenungan saya setelah mendapat bahan diskusi dari Sienny. Saya merefleksikan dan mengartikan jodoh dengan kata "HIDUP". Jadi jodoh menurut saya adalah hidup, dan tentu saja tujuan dari hidup kita didunia ini adalah kebahagiaan. Namun hidup harus terus diperjuangkan untuk mencapai tujuan utama kita yaitu hidup bahagia. Paijo dan Painem misalnya sudah sepakat bahwa mereka menemukan jodoh dan sepakat juga untuk hidup bersama. Mereka sudah mengatakan bahwa mereka menemukan jodohnya, namun kata Jodoh yang saya artikan hidup masih harus di perjuangkan dan diuji dengan satu kata "Setia". Saya akan mengatakan bahwa Paijo dan Paijem sudah menemukan jodohnya, bila saya melihat usia perkawinan mereka mencapai 25 tahun atau lebih dan berhasil mendidik putra-putrinya dengan baik.

Kemudian bagaimana dengan Suster, Bruder, Imam yang tidak menikah. Sesuai pertanyaan Sienny "apakah mereka tidak menemukan jodoh? Menurut saya mereka juga menemukan jodohnya yang saya artikan dengan hidup. Mereka menemukan hidupnya di salah satu kongregasi. Saya sebagai bruder Karitas, jadi jodoh saya adalah Bruder Karitas. Karena saya tidak bisa hidup dalam dua kongregasi sekaligus. Sama dengan Paijo juga tidak bisa hidup dengan lain Paijem. Apa yang dipersatukan Allah tidak dapat diceraikan oleh manusia. Saya akan mengatakan bahwa saya sudah menemukan jodoh saya di Bruder Karitas setelah saya berhasil sampai 25 th atau 50 tahun hidup membiara di kongregasi Bruder Karitas.Kalau dalam waktu itu saya masih tetap "Setia" itu berarti saya menemukan jodoh / hidup saya. Itu saja ide bodoh-bodohan dari saya mengenai jodoh.

 

Salam

 

Yadi, fc

 

Dear : All...

Selamat pagi teman2 SM semua...

Wah terima kasih atas sharing dari Bru Elias,Bp.Yadi, dan VM, mengenai sharing jodoh kali ini..Wah..saya jadi malu neh sebagai org katolik tapi jarang sekali membaca kitab suci, sehingga masih banyak pemahaman yang simpang siur.Namun dengan adanya sharing dari saudara sekalian dapat menambah makanan rohani saya.Sebab bagi kebanyakan orang lebih mudah untuk disharingkan daripada membaca sendiri dari Kitab Suci. Baiklah sekian dulu untuk pagi yang cerah ini...buat teman2 semua...selamat bekerja ...n have a nice Monday....:):)

 

**God Always be in our hearts*

 

**Sienny**

 

Dear All,

Wah topik yang menarik nih.. pinter Sienny buat topiknya .tolong jangan di-close dulu yah .. saya masih mau sharing, tapi masih belum sempet .. hehehe . Topik perihal ini yg disebut oleh Devy PH Pasangan Hidup . Juga pernah ditanyakan oleh Devy pada saya. Sabar yaa Dev. Orang sabar itu kekasih Tuhan lohhh

 

Brgds,

 

Sugiwati

 

Dear Bruder Jani, Sienny, VM, para Bruder, Teman-teman dan Anak-anak yang terkasih .J

Kalau kita sudah membicarakan sharing jodoh, ini merupakan salah satu dari kehidupan berkeluarga . Tapi sebenarnya yang belum berkeluarga pun bisa menjawab dengan pengalaman dari orang lain seperti pengalaman dari temannya bisa juga diutarakan.

Point jodoh

Jodoh

Point jodoh

Jodoh adalah tentang siapa yang akan menjadi pendamping hidup seseorang. Membahas masalah jodoh memang sesuatu yang pelik dan tidak akan ada habisnya . Kalau ini begini bagaimana, kalau itu begitu bagaiman. Jadi bagaimana menemukan orang yang tepat?

Sebelum saya lanjutkan saya akan jawab dulu pertanyaan Sienny.

Sebelum saya lanjutkan saya akan jawab dulu pertanyaan Sienny.

Point pertama

Yang merupakan jodoh dari A itu ya kedua-keduanya, hanya jodoh yang pertama (B) karena sesuatu hal kemudian meninggal dan akhirnya menikah lagi dengan jodoh yang kedua (C). Contoh : saya mempunyai teman dekat (teman dari tk s/d smp), kami berdua kalau berangkat sekolah selalu bersama-sama sampai saya kenal dekat dgn kedua ortunya. Menginjak smp, mami dari teman saya meninggal karena penyakit kanker, akhirnya papinya menikah lagi dengan adik kandung dari maminya, ya tentu saja untuk mengurus anak2nya saya pun kenal baik dengan mami baru tsb. . dan saya tarik kesimpulan bahwa Tuhan jugalah yang telah menyiapkan adik kandung dari maminya. Jadi jodoh dari A itu ya kedua-duanya dan boleh dibilang memang jodoh ada di tangan Tuhan. Cerita tersebut adalah kenyataan dan bukan cerita dari mulut kemulut, karena sampai sekarang pun kedua orangtua dari teman dekat saya hidup bahagia.

Point kedua

Jawabannya : bukan karena mereka tidak memiliki jodoh, tapi kalau kita sudah bicara mengenai bruder dan suster, kita disini membicarakan ajaran Katolik. Ulasan yang diberikan oleh Bruder Jani dan Sdr. Visi Misi betul dan sudah cukup jelas, hanya saya tambahkan di ajaran katolik para iman, suster, bruder dan frater yang gereja meminta untuk mereka menyerahkan diri sepenuhnya untuk pelayanan kepada Tuhan, makanya mereka tidak menikah dan mereka yang menjalankannya telah komit atas kemauannya sendiri dengan apa yang telah dipilihnya. Selain itu juga ada seorang wanita yang tidak menikah atas kemauannya sendiri juga tapi orang tsb. bukan seorang biarawan / i . dia juga telah ditahbiskan.

Bersambung..

 

Salam salingmengasihi,

 

Sugiwati

 

Dear Bruder Jani, Sienny, VM, para Bruder, Teman-teman dan Anak-anak yang terkasih ....J

Lanjutan Point "jodoh"

Bagaimana menemukan orang yang tepat? Hati kita yang berbicara, nurani kita yang bekerja untuk merasa dan berpikir dengan baik. Baiklah, saya akan memberikan sedikit curah pengalaman yang saya alami mengenai "Jodoh ada ditangan Tuhan".

Dahulu ketika saya masih muda .... sewaktu kuliah, saya masuk dibeberapa perkumpulan Pemuda/i Katolik. Disini saya mendapat banyak teman, bukan cari pasangan, bukan cari pacar ... meskipun di tiap2 ada acara saya selalu dijemput/diantar oleh seorang laki2x ....

Nah, setelah saya kerja .... Saya sudah tidak aktif lagi di perkumpulan2 tsb. dan beberapa tahun kemudian saya dikirim dari kantor saya (di Bdg) untuk ditugaskan kerja di proyek di Jakarta. Di jkt saya tinggal di kost.

Saya ketemu paps ceritanya begini : (maaf ya untuk tidak di posting dimilist lain)

Saya kerja lebih dulu atau ditempatkan di proyek itu lebih awal (pertama proyek buka). Sedangkan paps masuknya beda 3 bulan dengan saya, antara paps dan saya juga beda perusahaan (jadi proyek tsb adalah konsorsium). Dia bukan dikirim dari kantor saya, tetapi dia langsung melamar ke kantor ini (iklan dari koran), kemudian mendapat panggilan dan datang untuk wawancara.

Nah, sewaktu pulang dari wawancara ... dia keluar pintu ....koq hati saya secara tiba2x berkata "ini bakal jadi suami saya". Bayangkan kenal aza belum dan saya juga sudah tinggal di jkt selama 5 tahun dan tentunya saya punya kenalan teman2x laki, bahkan ada beberapa orang yang cukup dekat dengan saya malahan sewaktu pindah kost teman saya ikut membantu saya pindahan, juga ada yang mengajari saya setir mobil dll ... tapi semua itu hanya teman2x baik saya.

Akhirnya paps masuk kerja dan kami pun berkenalan. Laporan untuk pekerjaan paps, saya yang mengetik, jadi otomatis sering bicara urusan pekerjaan, dsb. Kami berdua biasa2x aza ..... nggak ada perasaan apa2x lho. Nah tiba2x (kalau nggak salah selang 3 bulan) paps kepingin es teller (katanya udah lama nggak makan es teller) minta saya untuk mengantarkan makan es teller ... tentunya sepulang kantor.... Saya nggak mau ngantar sih (jual mahal nih!...), akhirnya dia minta2x tolong sekali (mungkin anak2 tanya koq mintanya maksa banget, yah memang paps waktu itu baru aja pulang ke indo dan baru 7 hari berada di Jkt dan belum sempat kemana-mana). Akhirnya ya udah saya antar ... dia pinjam mobil dari kantor sekalian pulangin saya, kebetulan dekat kost saya ada restaurant yang es tellernya uueeenaaakkk. (kalau saya mau bernostalgia pasti kesana). Berhubung paps nggak tahu jalan2x di kota jkt, jadi pergi2nya ama saya, senengnya ke TIM lihat pameran lukisan (kebetulan dekat juga dengan tempat kost saya), dia sendiri juga kost tapi jauh dari tempat saya.

Yah begitulah ceritanya, kami berdua kalau ketemu, saling diskusi, saling memberi nasihat, minta pendapat, membicarakan soal pekerjaan. dll. pokoknya saling melengkapi. Kita dalam berkenalan khan sudah bisa menilai, sikap kejujurannya, baik atau nggak.nya Kebetulan saya "seneng orang yang jujur", saya tidak mau membohongi orang karena saya puaaalingggg nggak seneng dibohongi. Nah point ini ada dalam diri dia ..... malahan lucunya dia titip uang gaji bulanannya (full) ama saya, untung saya jujur.... hehehe.... Akhirnya kami menikah setelah berpacaran selama 4 tahun dan pernikahan kami dirayakan sangat sangat sangat cukup cukup cukup sederhana sajaaaaa, tidak neko2 tapi semuanya itu saya terima dengan hati gembira, saya tidak banyak menuntut apa2, demikian juga dari pihak paps juga tidak banyak menuntut apa2..... total undangan hanya berjumlah 100 orang saja.... dan itu hanya teman dekat beberapa dan selebihnya hanya keluarga. Itu saja.... happy end.

-oo00oo-

 

bersambung .....

 Salam salingmengasihi demi KasihMu,

 Mams

 

Dear Bruder Jani, Sienny, VM, para Bruder, Teman-teman dan Anak-anak yang terkasih ....J

Lanjutan Point "jodoh"

Jangan melihat orang lawan jenis kita dari tampan/gantengnya atau cantiknya, yang pokok paling penting adalah "hatinya".

Juga saya mengingatkan bahwa kita berdua dipersatukan oleh Allah dari "dua karakter yang berbeda", jadi untuk itulah kita harus saling melengkapi, menghargai, menghormati dan bukan mencari keuntungan sendiri2, egois, cari kesalahan dari pasangan dll. Contoh : orang yg diam dapat jodoh dgn org yang cerewet, org yg tinggi dgn org yg pendek (kayak mami aja), org yang kurus dgn yg endut dll. Ini kenyataan lohh, mams nggak ngarang2 ..... kadang2 kalau kami berdua jalan2 .... Paps guyon begini : nik, itu cowo kecil cakep cocok untuk kamu ..... hehehe..... saya juga suka guyon : nyoo, itu cewe tinggi manis cakep cocok untuk sinyoo hehehe..... J

Dan tentu semuanya itu kita kembalikan lagi kepada Tuhan untuk ikut campur tangan dalam kehidupan kita masing-masing.

Saya percaya ... "jodoh ada di tangan Tuhan" ... Dia yang memilihkan untuk masing2x kita lohh. Terima kasih Tuhan.

Demikianlah curah pengalaman mengenai jodoh.

Oya, ada satu cerita yang masih hangat, begini mams punya teman perempuan yang boleh dibilang sudah ada umur dan jabatan di kariernya sudah tinggi. Teman sih banyak tapi ya hanya teman, bukan pacar. Nah, pada bulan Juli y.l. dia ikut retret awal di Cikanyere (dan baru pertama ke Cikanyere), pulang dari retret katanya suka cita ... pokoknya seneng gitu. Bulan Sept. kemarin dia pergi ikut tour ke Taiwan .... nggak disangka-sangka di Taiwan dia mendapat jodoh ... ada orang laki dari indo yg juga ikut tour ke Taiwan ..... Nah, sekarang mereka sedang mempersiapkan untuk melangkah lebih jauh yaitu ke jenjang pernikahan kalau gak bulan Desember ya bulan April tahun depan. Puji Tuhan.

Pernah ada artikel yang berjudul " Jodoh di Tangan Tuhan : Benar atau Salah? Saya rasa semua sudah pernah membaca posting tersebut dari milist lain.

OK, selamat melakukan aktifitas masing-masing dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

 

Salam salingmengasihi demi KasihMu,

 Mams

 Mohon e-mail ini tidak diforward ke milis lain. Terima kasih.

 

Met siang semuanya...........

Waahhhhhh.......... seru sekali membaca email mom tentang ketemuannya dengan pap. (jadi ngiri dech......)

Berarti bener kata orang, jodoh itu takkan lari kemana.

Meskipun banyak co yang dekat dengan mom, tapi tetep aja jadinya sama pap.

Waktu harus memilih, mom sempet bingung nggak mau pilih yang mana?

Mom, gimana sich taunya kalo dia itu jodoh yang dipilihkan Tuhan buat kita?

Kalo Cisca biasanya bawa ke doa trus minta dikasi petunjuk sama Tuhan, apakah dia itu jodoh saya atau bukan.

Kalo begini bener nggak mom?

Yang pernah Cisca alamin sich, Tuhan kasi Cisca petunjuk berupa kepribadian si co ditunjukkan semua dan perasaan Cisca terhadapnya pun diperjelas. Dan akhirnya Cisca yakin dan ambil keputusan bahwa dia bukan untuk Cisca.

Meskipun harus berkorban perasaan selama bertahun2 akhirnya Cisca bisa putus dan pisah dari dia, ini semua berkat rahmat Tuhan yang besar buat Cisca yang udah membantu Cisca untuk lepas darinya.

Memang benar Tuhan bisa menjadikan sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin.

Itulah sekilas sharing mengenai salah satu pengalaman Cisca, kalo ada pertanyaan atau saran, ditunggu lho....

Thanks God for everyhing happened in my life.

I really knew that you loved me alot.

 

Salam kasih

 

Francisca

 

Wah...seru jg ya..cerita dari mams n paps..sewaktu aku baca yg lanjutan itu pengen banget baca yg lanjutannya lagi..ehuehuehehe..but kurang panjang critanya mams...kayak baca novel neh..tapi novel yg non fiksi..n berdasarkan pengalaman nyuata..jarang lhoh bisa tau seperti ini..sebab banyak yg pasangan malu2 untuk mengungkapkan masa2 penjajakan or pendekatannya dulu...heheuheueh:P:P

buat rekan2 yg lain..met sore...n lanjutin deh kerja or kulnya yeh...ok cu

 

Rgds

Sienny

God Always be in our hearts

 

Enter subhead content here

Enter content here

Enter supporting content here