Make your own free website on Tripod.com
Saling Mengasihi ( SM )
Sekelumit Perjalanan SM

HOME

Old and New
Natal SM
kuiz
Sejarah SM
Sapaan Warga
Meditasi
Sharing Jodoh
Sharing
Cerita Kita
Doa
Arti SM
Album Kita

sm.gif

hatioh.gif

MENOLEH KE BELAKANG DAN MENATAP KE DEPAN

 

Tak terasa perjalanan group Saling Mengasihi  sudah satu Tahun. Usia yang tergolong Balita dalam sejarah kehidupan  kita. Suatu usia dimana didalamnya sangat membutuhkan peran serta dari setiap orang yang ada disekitarnya untuk tumbuh dan berkembang. Demikian juga Group SM sangat dibutuhkan peran serta setiap anggota untuk tumbuh dan berkembang dihari yang akan datang. Saya sangat bersyukur bahwa diantara banyak kekhasan yang ada dalam SM salah satu yang menarik sekali adalah Saling Menyapa. Sapaan sesama anggota cukup hidup membuat banyak reaksi kasih persaudaraan yang muncul sehingga akhirnya tidaklah hanya saling menyapa tapi sampai Saling Mengasihi.

 

Masih segar dalam ingatan saya saat awal berdirinya SM. Sebuah group yang muncul  dari sebuah inspirasi pribadi yang dengan sebuah niat  MENCOBA WALAU TAK  TAHU KEMANA ARAHNYA. Hal ini sungguh terukir indah dalam sanubari saya. Ditengah kemajuan Tehnologi sekarang maka sarana Internet juga merupakan sarana pewartaan dan pengembangan iman Kristiani sebagaimana yang didengungkan oleh Paus Yohanes Paulus II belum lama ini. Terlalu jauh dalam bayangan saya bahwa karena seruan Paus inillah lahirnya group SM. Tentu tidak dan tidak demikian. Kebetulan saja bahwa situasi saat itu cukup mewarnai beberapa surat kabar. Niat mencoba inilah yang pertama hadir dan tumbuh dalam diri saya. Biasanya kalau ada yang mencoba itu berarti sedikit tahu arah yang akan dicapai. Tapi bagi saya niat mencoba selalu mempunyai dimensi yang didalamnya ada pengalaman dan belajar dari sebuah pengalaman. Manusia yang hidup dan berkembang selalu lahir dalam pengalaman hidup. Sebuah pengalaman dapat dikatakan hidup jika selalu direfleksikan dengan sungguh dan dengan sekuat tenaga sehingga pengalaman tersebut selalu bermakna yang memungkinkan kita tumbuh dan berkembang. Maka saat  pertama saya bingung untuk menentukan apa nama yang akan saya berikan kepada group ini. Begitu banyak ide yang muncul, bahkan terkadang malah sama sekali nggak ada ide lagi selain hanya bermain-main seputar ide yang telah ada. Entah mengapa saat itu setelah beberapa hari kemudian ide nama Saling Mengasihi begiru kuat muncul dalam hati dan pikiran saya, lalu saya mulai menggarab dengan nama group Saling Mengasihi. Anggotanyapun hanya saya sendiri. Sambil menyelam minum air, barangkali pepetah kuno inilah yang cocok untuk saya gunakan, karena ditengah kesibukan harian, saya harus menggarap segala sesuatu menyangkut group ini. Sungguh saya star dari nol dan tak ada pengalaman sedikitpun sebelumnyam apalagi saya nggak ada banyak kenalan pribadi yang bisa saya kontak selain para Bruder yang seperjuangan bersama saya.

 

BELAJAR DARI KESALAHAN DAN KEKELIRUAN

 

Waktu berjalan begitu cepat dan tak dapat ditarik kembali. Kesibukan semakin menumpuk dan hasrat untuk membuat Group ini untuk semakin dimanfaatkan banyak orangpun selalu ada. Berjalan dari ketidaktahuan maka saya mencoba menempuhnya. Saya memasukan semua email yang saya tahu walau saya tidak tahu siapa orangnya. Sayangnya bahwa saya tidak mengirim undangan untuk mereka setuju atau tidak bergabung dengan SM tetapi aku klik langsung jadi anggota sebelum mereka diberi kesempatan untuk memilih join atau tidak. Kesalahan fatal pertama ini terjadi. Setelah 3 hari kemudian begitu banyak anggota yang muncul dalam group. Ada yang mengungkapkan terima kasih karena telah memasukan ke dalam group walau saya tidak tahu siapa yang memasukan eamil saya dan dari mana email saya dapat, ada juga yang dengan tegas dan jelas mengatakan keluarkan saya dari group karena memenuhi email saya, tetapi ada juga yang merasa bersyukur bisa bergabung dengan group ini. Semua jawaban mereka ditujukan langsung ke group sehingga semakin lengkaplah pengalaman ketidaktahuan saya. Ungkapan mereka ini sebagai sebuah refleksi bagi saya dan mengakui bahwa saya berjalan dalam sebuah kesalahan. Saya melihat ada sesuatu yang positif bagi saya bahwa saya semakin mengetahui sesuatu yang baru dan dari mereka. Gelombong protes dari mereka saya akhiri dengan ucapan maaf saya yang sebesarnya kepada mereka. Dari apa yang mereka ungkapkan  akhirnya seluruh email yang masuk saya seleksi lagi dan seluruh member saya delete semuanya. Yang ada jawaban positive saya masukan mereka tetap sebagai member dan yang mengeluh saya keluarkan mereka. Lagi-lagi kerja keras dan  butuh waktu untuk saya saat itu. Saya harus mulai lagi yang baru dan  mulai dari nol lagi. Setelah selesai memasukan member, saya mengambil waktu satu minggu tidak menyentuh lagi dengan group. Ada rasa kecewa karena melangkah dari yang tidak tahu. Ada pertanyaan dalam hatiku untuk meneruskan group atau menghapus saja. Pertanyaan ini terus bersama saya dan dijadikan bagian refleksi dalam kehidupan saya. Ditengah ketenangan akhirnya saya memutuskan untuk meneruskan dan memperoleh kekuatan dari rekan yang lain Br. Honorius dan Mas Kadar memberikan dukungan yang besar bagi saya ketika itu.

 

 

SETETES AIR KESEJUKAN BERSAMA WARGA

 

PAK AGUS P DAN FERA KUSUMA D

 

Dalam kebingungan  kembali aku melangkah dengan penuh semangat dan jiwa besar. Saya menerima email dari pak Agus P. yang dikirim ke Group dengan subject Kog..sepi. Email ini memberikan tanggapan yang baik dari rekan yang lain. Seperti Penny dari Amerika Serikat , yang serentak memunculkan ide untuk bersharing tentang meditasi.  Maka terjadilah sebuah sharing bersama. Bahkan tidak hanya sharing juga ada cerita dari Fera di Wonosobo untuk mau mempromosikan group SM ini. Pak Agus P juga mencoba untuk hadir dan mengirim banyak artikel ke group sehingga suasananya semakin hidup. Pak Agus pun bersedia untuk promosi ke beberapa milis lain. Mungkin tak heran bagi saya karena pak Agus sudah aku kenal sebelumnya dan juga Fera udah aku kenal sebelumnya walau selama di Wonosobo aku nggak pernah cerita langsung dengan dia. Maka menjelang tgl 14 Pebruari sebagai hari Valentine day atau hari Kasih sayang  ada usulan dari warga agar group ini kita jadikan hari lahirnya  pada tgl tersebut. Keberadan group SM perlahan senakin banyak warga yang muncul dan bergabung dan disepakati bahwa hari lahirnya group SM 14 Pebruari .

 

HADIRNYA SOSOK PRIBADI.

 

1. VISI MISI

Dengan jujur harus ku akui bahwa sebelumnya aku nggak kenal dengan VM panggilan akrabnya. Tetapi kehadirannya sungguh membawa sesuatu yang baru. Artikel yang dikirimnyapun  cukup berbobot dari  isinya. Suasana  group pun penuh semangat. Wargapun semakin bertambah dan ramai dengan sapaan Kasih. Waktu terus berjalan ku coba  untuk berkontak namanya. Hanya ada jawaban singkat dan jelas dari VM, Bruder..maaf saya tidak bisa memberitahukan identitas saya sebenarnya, supaya saya dengan bebas melaksanakan tugas ini dengan bebas. Aku jadinya nggak bisa bertanya lebih lanjut. Sebuah jawaban yang penuh dengan Religiusitas. ( Mungkin ia adalah seorang Religius atau Pendeta, dalam hati saya berkata ). Memang benar juga ungkapan VM ini dan akhirnya aku memutuskan biarkanlah KEBEBASAN  ANAK-ANAK ALLAH berkarya diantara kami.

 

2.IBU SUGIWATI.

Saya mengikuti kegiatan selama musim panas di Roma. Mams yang adalah panggilan kesayangan warga SM,  ia  menulis banyak ketika ada warga yang bersharing sesuatu dalam hidup dan pengalaman imannya. Sebuah warna baru yang hadir ditengah group. Ada rasa senang dengan kehadiran ibu ini, dalam hati saya berkata inilah sosok pribadi yang bisa mendengarkan keluh kesah warga dan bisa membuka hati terhadap permasalahan warga. Saya sangat senang sekali kehadiran ibu Sugi saat itu. Terima kasih Tuhan dalam hati saya melambungkan pujian.

Tetapi apa yang terjadi selanjutnya, seminggu kemudian Ibu Sugi menulis mohon maaf karena setelah ia melihat penjelasan dari group bahwa group ini untuk kaum muda dan saya tidak cocok di group ini aku udah tua. Saya mencoba untuk menulis email secara pribadi saat itu bahwa kami membutuhkan kehadiran ibu Sugi. Dan juga bersama rekan yang lain berdemo secara damai lewat email supaya mams tetap di SM. Puji Tuhan akhirnya melalui sapaan warga akhirnya Ibu Sugi  tetap di group SM dan semua warga di SM memanggilnya Mams.

 

NIAT AWAL BERDIRINYA SM

 

Ada sedikit niat saya ketika mendirikan group ini adalah untuk bersharing pengalam hidup dan pengalaman iman. Saya yakin bahwa bersama dan melalui orang lain Allah berkarya untuk kita. Bersama orang lain kita dapat melihat peran Allah dalam hidup kita dan dalam peristiwa yang  kita alami. Yakinlah ada begitu banyak sahabat yang selalu siap membantu kita dalam group SM ini. Dalam berkat dan karya Tuhan, mereka semua akan berbicara dan memberikan  masukan setiap permasalahan yang kita alami. Melalui sharing dari rekan yang lain kita semakin diteguhkan satu terhadap yang lain. Semoga kesediaan kita semua sebagai satu waga yang saling mengasihi satu terhadap yang lain adalah wujud dari pujian kita kepada Tuhan. Kita mencoba untuk memulai dari hal yang sederhana dan kecil sehingga kitapun tak gentar jika menghadapi hal yang lebih besar.

 

Salam

Br.Elias FC

2 Januari 2003

 

Enter content here

Enter supporting content here